Semua orang pasti pernah merasa gagal. Pemicunya beragam, seperti merasa tertinggal dari teman sebaya, baru saja kehilangan seseorang yang dekat, menerima penolakan berulang, hingga masalah keuangan.
Meskipun bukan jawaban dari segala masalah yang sedang menghadapimu, film sering dianggap sebagai media escapisme yang inspiratif. Masalah yang dirasakan karakter dalam film mungkin memiliki kesamaan denganmu, sehingga memberikan kenyamanan yang sulit dijelaskan. Menonton film juga bisa membantumu melihat masalah dari sudut pandang orang ketiga, seperti sedang kabur dari dirimu sendiri.
Rasanya berbeda dengan curhat, lebih ke pengamatan yang berujung pada refleksi. Penasaran sensasinya? Tonton 6 film berikut jika kamu sedang merasa gagal.
1. Dark Horse (2011)
Kuda Gelap
adalah kisah seorang pria berusia tiga puluhan yang merasa terjebak dalam situasi yang tidak ia sukai. Ia masih tinggal di rumah orangtuanya dan bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya sendiri. Merasa diremehkan, ia mencoba keluar dari zona nyamannya. Abe (Jordan Gelber), tokoh utamanya, memutuskan untuk memulai hubungan romantis dengan tetangganya sebaya yang baru saja kembali ke rumah orangtuanya setelah bercerai dari suaminya. Terlepas dari apakah ia sedang berada di fase yang sama dengan mereka atau tidak, mengamati kisah dua orang ini akan mengubah perspektifmu selamanya.
2. Maaf, Bayi (2025)
Pernahkah kamu mengalami kejadian mengerikan yang membuatmu ingin mengisolasi diri? Ini yang sedang dirasakan Agnes (Eva Victor) dalam
Maaf, Bayi
, mahasiswi S3 yang diperlakukan tidak senonoh oleh dosen pembimbingnya. Film ini tidak fokus pada proses pencarian keadilan, tetapi justru berpusat pada proses
penyembuhan
Agnes. Beruntung, Agnes dikelilingi oleh orang-orang yang memahami kebutuhannya. Mereka tidak memintanya untuk mengulang-ulang kronologi kejadian, dan justru memberinya ruang untuk memproses serta perlahan berdamai dengan trauma-nya.
3. Pesta Nikah Muriel (1994)
Pesta Perkawinan Muriel
cocok ditonton saat kamu merasa gagal karena film ini ringan, lucu, tetapi menghibur. Filmnya sebenarnya berfokus pada proses pencarian jati diri seorang perempuan muda bernama Muriel (Toni Colette). Ia dibesarkan di tengah keluarga yang tidak sehat dan terjebak dalam lingkaran pertemanan yang toksik. Suatu hari, keputusannya mencuri uang ayahnya untuk berlibur ternyata mengubah jalannya hidupnya selamanya. Tindakan tersebut memang tidak pantas dan membuat penonton kurang bisa merasa simpati, tetapi itu bukan inti dari film ini. Tonton saja agar tidak penasaran.
4. Suara Logam (2019)
Apa jadinya jika kamu terbangun tanpa bisa mendengar apa-apa? Ini adalah nasib yang harus dialami Ruben (Riz Ahmed), seorang drummer yang tiba-tiba kehilangan pendengarannya secara mendadak akibat paparan suara keras dalam jangka panjang. Sound of Metal fokus pada bagaimana ia memproses perubahan hidupnya itu. Tentu saja, semuanya dimulai dengan penyangkalan hingga akhirnya ia bertemu dengan komunitas tuna rungu dan wicara yang mengajarkannya untuk berdamai dengan kondisi tersebut.
5. Kajillionaire (2020)
Miliuner
adalah film
komedi gelap
yang ditulis dari perspektif Old Dolio (Evan Rachel Wood), seorang perempuan yang lahir dari orang tua penipu. Hal ini membuat hidupnya tidak pernah tenang dan lurus. Yang lebih parah lagi, suatu hari orangtuanya memutuskan untuk merekrut anggota baru guna membantu mempercepat skema penipuan mereka. Tidak terbayang rasanya dianggap gagal sejak lahir, tetapi film ini mengikuti proses Old Dolio menemukan jalan hidupnya sendiri.
6. Kami Adalah Terbaik! (2013)
Tidak pandai bermain musik tidak menghalangi dua remaja SMP, Klara (Mira Grosin) dan Bobo (Mira Barkhammar) membentuk band punk. Padahal latar waktu adalah tahun 90-an ketika punk dianggap sudah mati. Belum lagi sebagai perempuan, mereka harus menghadapi diskriminasi gender di tengah skena yang didominasi pria. Sampai akhirnya mereka mengajak Hedvig (Liv LeMoyne) yang seorang
prodigy
di bidang musik. Film ini tidak fokus pada perjalanan mereka meraih kesuksesan, sebaliknya ini tentang menikmati proses belajar dan menemukan diri sendiri dari hal yang kamu sukai.
Jawaban atas masalah dan kesedihanmu mungkin tidak akan kamu temukan langsung dari film-film di atas. Mereka hanya merupakan inspirasi dan bahan renungan yang semoga dapat mengurangi rasa sedih dan membebaskan pikiranmu saat mencari solusi. Alangkah baiknya jika masalahmu kebetulan mirip dengan yang sedang kamu hadapi.
4 Film Predator Terbaik Versi Rotten Tomatoes, Ada Favoritmu?






