Luna Maya Perkenalkan Film Horor “Sosok Ketiga: Lintrik” di Medan
Aktris ternama Luna Maya memperkenalkan film horor terbarunya yang berjudul Sosok Ketiga: Lintrik dalam acara promosi di Plaza Medan Fair. Kota Medan menjadi lokasi ketiga dari rangkaian tur promosi film ini setelah sebelumnya diselenggarakan di beberapa kota besar lain.
Antusiasme Penonton Medan yang Luar Biasa
Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (1/11/2025), Luna Maya mengungkapkan alasan mengapa Medan dipilih sebagai salah satu kota promosi. Menurutnya, masyarakat Medan selalu menunjukkan antusiasme tinggi terhadap film-film Indonesia, terutama karya terbaru yang bergenre horor.
“Kota Medan selalu ramai dan penuh semangat ketika ada film baru. Kami berharap teman-teman di Medan bisa tahu apa yang akan hadir dari film ini,” ujar Luna Maya.
Acara Special Screening & Meet and Greet film “Sosok Ketiga: Lintrik” di Plaza Medan Fair bahkan mencetak rekor tersendiri. Karena tingginya minat penonton, pihak penyelenggara harus membuka tujuh studio sekaligus, dan semuanya ludes terjual habis.
Produser Agus Saputra dari LEO Pictures merasa terkejut sekaligus bangga dengan sambutan luar biasa tersebut.
“Respons penonton Medan benar-benar di luar ekspektasi kami. Antusias mereka luar biasa, dan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menghadirkan karya film berkualitas,” ujarnya.
Kisah Mistis dan Konflik Rumah Tangga
Film Sosok Ketiga: Lintrik, karya terbaru sutradara Fajar Nugros dan penulis Fidya T. Ariestya, dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 6 November 2025. Film ini diproduksi oleh LEO Pictures, dengan Luna Maya sebagai salah satu eksekutif produser.
Ceritanya mengisahkan konflik rumah tangga Andin (Adinda Thomas) yang diguncang oleh kehadiran orang ketiga bernama Naura (Aulia Sarah). Naura menggunakan ilmu pelet hitam bernama Lintrik untuk merebut suami Andin, Aryo (Wafda Saifan).
Selain dua pemeran utama tersebut, film ini juga menampilkan deretan aktor ternama seperti Atiqah Hasiholan sebagai dukun Mbah Ayu, Nugie sebagai Pakde Bagyo, serta Alifa Lubis dan Saputra Kori.
Menurut Luna Maya, film ini menggabungkan unsur horor, mistis, dan drama rumah tangga dengan sentuhan kearifan lokal Jawa.
“Cerita film ini sederhana tapi dikemas menarik. Banyak kejadian seperti ini di sekitar kita—tentang ‘pelakor’ atau perebut perhatian—tetapi dikaitkan dengan budaya dan ilmu mistis Jawa. Ini sangat dekat dengan realita,” jelas Luna.
Cerita di Balik Layar: Mistis di Lokasi Syuting
Menariknya, proses syuting film ini dilakukan di Yogyakarta, tepatnya di beberapa lokasi yang dikenal memiliki nilai sejarah dan nuansa spiritual yang kuat. Hal ini menambah atmosfer mistis dalam setiap adegan yang dihasilkan.
Salah satu pemain, Saputra Kori, mengungkapkan bahwa ia dan tim produksi sempat mengalami kejadian tak terduga saat proses syuting tengah berlangsung.
“Saat itu kami syuting di salah satu sungai sekitar pukul 03.00 dini hari. Alifa melihat sosok menyerupai buntelan putih di ujung sungai. Setelah pengambilan gambar selesai, kami mengecek ulang rekaman dan mendapati penampakan tiga pocong di layar monitor,” ungkapnya.
Menariknya, adegan tersebut tetap dimasukkan ke dalam film karena hasilnya justru menambah kesan menyeramkan.
Dukungan dari Talenta Lokal
Selain Luna Maya, film ini juga melibatkan talenta muda asal Medan, yaitu Alifa Lubis. Ia merasa bangga bisa berperan dalam film yang mengangkat nilai budaya Indonesia.
“Sebagai anak Medan, saya mohon dukungannya. Tantangan saya di film ini cukup berat karena harus berlogat Jawa dan mendalami karakter selama satu bulan,” kata Alifa.
Kehadiran Alifa dalam proyek ini diharapkan dapat menginspirasi aktor muda daerah untuk terus berkarya dan tidak ragu terjun ke dunia perfilman nasional.
Harapan LEO Pictures untuk Perfilman Indonesia
Melalui promosi yang diadakan di berbagai kota besar, LEO Pictures berharap “Sosok Ketiga: Lintrik” dapat lebih dekat dengan penonton Indonesia. Film ini juga diharapkan memperkuat posisi mereka sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan film-film berkualitas dengan tema lokal yang relevan.
Selain menghibur, film ini ingin mengajak penonton merenungkan sisi gelap hubungan manusia dan bagaimana kekuatan mistis bisa memengaruhi kehidupan rumah tangga. Dengan paduan drama emosional dan ketegangan horor, “Sosok Ketiga: Lintrik” siap menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan di penghujung tahun 2025.
Kesimpulan:
Film Sosok Ketiga: Lintrik bukan sekadar tontonan horor, tetapi juga refleksi tentang kepercayaan, cinta, dan konsekuensi dari kekuatan yang tak terlihat. Dengan dukungan para bintang besar, antusiasme penonton Medan, dan promosi lintas kota, film ini diyakini akan mengguncang bioskop Indonesia pada November 2025.

