Film Dopamin Menggabungkan Thriller dengan Sisi Humanis

Film Dopamin Menggabungkan Thriller dengan Sisi Humanis

Film Dopamin: Kisah Pasangan Muda dalam Dunia yang Semakin Gila

Film drama thriller Dopamin karya Teddy Soeriaatmadja menghadirkan kisah yang dekat dengan realitas masyarakat modern. Diproduksi oleh Chand Parwez Servia dan Mithu Nisar dari Starvision dan Karuna Pictures, film ini siap tayang di bioskop Indonesia pada 13 November 2025.

Cerita yang Dekat dengan Kehidupan Nyata

Menurut sutradara Teddy Soeriaatmadja, ide awal film ini semula berupa thriller penuh darah. Namun, setelah berdiskusi dengan produser Chand Parwez, mereka sepakat untuk menambahkan sisi humanis agar penonton lebih bisa berempati.
“Masalah-masalah yang dihadapi Alya dan Malik adalah hal yang sering dialami masyarakat, terutama pasangan muda,” ujar Teddy dalam acara konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada 29 Oktober 2025.

Teddy menambahkan, Angga Yunanda (Malik) dan Shenina Cinnamon (Alya) berhasil menerjemahkan naskah menjadi pengalaman visual yang kuat. Kedekatan keduanya di dunia nyata juga membuat proses penyutradaraan lebih mudah. “Saya tidak banyak mengarahkan, karena mereka punya interpretasi menarik terhadap karakternya,” ujarnya.

Proses Panjang dan Makna di Balik Judul

Produser Chand Parwez Servia mengungkapkan bahwa Starvision selalu berusaha menghadirkan film dengan sentuhan baru. Ia merasa beruntung bisa bekerja sama dengan Teddy yang membawa ide segar tentang pasangan muda yang berjuang menghadapi tekanan hidup.
“Saya membaca naskahnya dan langsung tertarik. Setelah melalui diskusi panjang, kami sepakat memilih Angga dan Shenina, lalu menentukan Dopamin sebagai judul yang paling tepat,” ungkap Chand.

Lebih lanjut, Chand menjelaskan bahwa dopamin memiliki makna luas. Hormon ini bisa melambangkan kebahagiaan, tetapi juga bisa mencerminkan perasaan campur aduk yang dialami manusia. “Film ini menunjukkan romantisme, perjuangan, dan drama kehidupan yang intens,” tambahnya.

Musik yang Menguatkan Emosi Film

Selain kisah yang emosional, Dopamin juga menampilkan lagu-lagu dari musisi Indonesia yang memperkuat suasana di setiap adegan. Beberapa di antaranya adalah “Everything U Are” dari Hindia, “Anything You Want” dari Klub Realitas, dan “Dance, Habibi” dari Ali.

Menurut Teddy, pemilihan lagu-lagu tersebut tidak dilakukan sembarangan. “Setiap lagu sudah saya bayangkan sejak proses syuting. Jadi, ketika berbicara dengan editor, sulit membayangkan lagu lain. Kami punya selera musik yang mirip sehingga pilihan lagu terasa alami,” jelasnya.

Menemukan Diri di Tengah Kekacauan

Dengan balutan cerita yang realistis dan musikalitas yang kuat, Dopamin mengajak penonton untuk melihat diri mereka sendiri melalui perjalanan Malik dan Alya. Film ini bukan hanya soal cinta dan perjuangan, tetapi juga tentang bagaimana manusia mencari kebahagiaan di dunia yang semakin gila.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *