Tahun 1990-an sering disebut orang sebagai salah satu era terbaik dalam skena perfilman global. Pada masa itu, film-film independen berkembang pesat dan muncul ide-ide segar. Sutradara-sutradara muda muncul ke permukaan dan menciptakan gelombang baru yang belum pernah kita saksikan sebelumnya.
Banyak dari mereka yang masih bertahan, tetapi tidak sedikit pula yang tenggelam. Terlepas dari nasib masing-masing sutradara, mari kita tonton beberapa karya mereka berikut sebagai bentuk apresiasi. Sudah ada 7 pasang rekomendasi film yang bisa kamu tonton sebagai
fitur ganda
, ini. Coba periksa saja yang sudah kamu tonton.
1. Richard Linklater: Slacker (1990) dan Dazed and Confused (1993)
Sebelum meluncur tonton
Trilogi Sebelumnya
, sempatkan tonton dua film yang kurang dikenal karya Richard Linklater berjudul
Penghindar
(1990) dan
Bingung dan Terkejut
(1993). Dua film ini dibuatnya dengan menggunakan beberapa perspektif sekaligus dan menggunakan latar kota Austin, Amerika Serikat.
Penghindar
lebih tepat disebut sebagai film dokufiksi tentang subkultur neo-Bohemian yang dianut oleh sejumlah anak muda. Sementara,
Bingung dan Terkejut
adalah film
masa remaja
yang berlatar pada hari terakhir tahun ajaran 1975/1976 di sebuah sekolah menengah. Kedua film ini tidak memiliki tokoh utama dan konflik yang jelas, tetapi tetap menarik untuk ditonton karena dialognya yang kreatif dan gerakan kameranya yang dinamis.
2. Joel Schumacher: Falling Down (1993) dan The Client (1994)
Membicarakan film tahun 90-an, tentu tidak bisa lepas dari Joel Schumacher. Ia memang tidak berhasil membuat film Batman yang
tidak terlupakan
, tetapi ia memiliki banyak film drama
ketegangan
yang memikat. Coba tonton balada karyawan kantor yang
kelelahan mental
di
Jatuh Menuruni
dan dilema anak laki-laki berusia 11 tahun yang menjadi saksi mata kasus pembunuhan di
Klien
. Agar semakin yakin, Schumacher adalah sosok di balik film yang brilian
Pulau Telepon
(2002),
Phantom Opera
(2004), dan
Keluarga Anak-Anak yang Hilang
(1987).
3. Kathryn Bigelow: Strange Days (1995) dan Point Break (1991)
Sebelum memenangkan Oscar berkat
Buku Sakit
(2009), Kathryn Bigelow pernah membuat beberapa film aksi yang fenomenal pada tahun 90-an.
Hari-Hari Aneh
adalah kombinasi antara fiksi ilmiah dengan neo-noir yang pada awal rilisnya sempat dihina, tetapi kini menjadi
klasik budaya
karena komentarnya yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Lanjutkan dengan menonton
Point Break
yang mengikuti seorang polisi saat menginfiltrasi geng kriminal berbahaya.
4. Hal Hartley: Trust (1990) dan Henry Fool (1997)
Butuh film
komedi gelap?
Coba tonton film-filmnya Hal Hartley. Sutradara yang produktif pada tahun 90-an itu paling dikenal melalui film
Kepercayaan
(1990). Sebuah film romantis yang cukup
kasar
pada masanya. Film ini mengikuti kisah cinta seorang pemuda idealis dengan remaja yang sedang galau berat karena hamil di luar nikah. Dalam
Henry Fool,
Hartley memotret hubungan unik seorang pengemis dengan petugas kebersihan yang memiliki potensi menjadi penulis hebat. Premis-premisnya terdengar sederhana, tetapi dialog dan
latar belakang
mereka cukup kompleks. Hartley paling suka membahas isu krisis eksistensial melalui karakter-karakter yang dibuatnya.
5. Jim Jarmusch: Dead Man (1995) dan In the Soup (1992)
Seperti Hartley, Jarmusch juga sering membuat film minimalis yang membahas isu krisis eksistensial. Coba tonton Dead Man dan In the Soup sebagai double feature, ya. Dua film ini dibintangi oleh seorang pemuda yang gagal mencapai ambisinya dan akhirnya terkatung-katung.
Tubuh Mayat
lebih gelap dan mencakup unsur supranatural, sementara
In the Soup
dikemas dalam genre
komedi gelap
yang unik.
6. Doug Liman: Swingers (1996) dan Go (1999)
Ingin menonton film komedi yang cepat lajunya dan dialognya menggelitik?
Penggoyang
dan
Pergi
karya Doug Liman bisa menjadi bahan sesi
fitur ganda
-mu hari ini. Swingers mengekor perjalanan sekelompok pemuda yang memutuskan bersenang-senang di Las Vegas demi melupakan masalah hidup masing-masing. Sementara, Go adalah keputusan seorang pegawai toko ritel melakukan transaksi zat terlarang yang menciptakan efek domino. Satu hal yang sama dari dua film ini adalah jalan ceritanya yang sulit ditebak, membuat kamu tak suka berpaling dari layar sampai
daftar kredit
berputar.
7. Claire Denis: Beau Travail (1999) dan No Fear, No Die (1990)
Penasaran bagaimana hasilnya jika seorang sutradara perempuan membuat film tentang laki-laki? Jawabannya adalah Claire Denis. Dalam dua film yang ia rilis pada tahun 1990-an, Denis memotret dinamika hubungan mereka yang diinfiltrasi oleh kebutuhan untuk bertahan hidup dan tekanan sosial.
Pekerjaan yang Baik
mengekspos ketegangan seorang tentara dengan salah satu bawahannya. Jika
Tidak Ada Takut, Tidak Ada Mati
membicarakan tentang hubungan tiga imigran Afrika di Prancis yang memutuskan bekerja sama membangun bisnis ilegal.
Pendapat yang mengatakan bahwa tahun 90-an adalah masa terbaik dalam industri hiburan memang subjektif. Mungkin itu dipengaruhi oleh efek nostalgia karena usia kita yang masih relatif muda dan belum terpapar masalah serius. Namun, benar bahwa tahun-tahun itu menjadi waktu di mana kita tidak pernah tahu apa yang akan menjadi tren. Keragaman perspektif berkembang pesat dan membuat era itu terasa menarik dan menyenangkan. Bagaimana? Masih ragu untuk memasukkan film tahun 90-an dalam daftar tontonanmu?
5 Film Horor Klasik yang Menginspirasi Shelby Oaks







