Merasa seperti film-film
romcom
masa kini tidak disukai di hati? Biasanya kritiknya berkisar pada isu
kelebihan produksi,
tetapi alurnya justru kurang dikembangkan. Ternyata ini sangat berkaitan dengan perubahan pola distribusi yang berpindah dari bioskop ke platform streaming. Hal ini membuat rumah produksi memiliki anggaran yang lebih besar yang mereka alihkan untuk membuat set yang estetik, kostum yang menarik, dan tata rias yang elegan.
Sayangnya, ini tidak diiringi dengan pengembangan plot yang memadai. Hasilnya, romcom masa kini memanjakan mata, tetapi tidak memiliki jiwa seperti
romcom
masa lalu. Pemakaian elemen-elemen kapitalis seperti profesi
mewah
dan konsumerisme juga merupakan salah satu masalahnya. Setuju dengan kritik di atas? Coba hibur diri dengan menonton
komedi romantis
Film klasik tahun 1980-an, deh! Kebalikannya sinema
romcom
Pada tahun 2020, settingnya biasa saja, tetapi ceritanya sangat kaya. Buktikan sendiri!
1. Desperately Seeking Susan (1985)
Mencari Susan Secara Putus Asa
adalah salah satu film
romcom
fenomenal pada masanya. Ia dirancang sebagai film
dipimpin perempuan
yang menyampaikan pesan feminis. Madonna dan Rosanna Arquette ditunjuk sebagai dua tokoh utama, yaitu dua perempuan dari latar belakang berbeda yang secara tidak sengaja bertukar identitas. Semua dimulai dari surat kaleng di koran yang membuat seorang ibu rumah tangga bernama Roberta (Arquette) terobsesi dengan sosok perempuan nonkonformis bernama Susan (Madonna). Karena rasa penasaran yang besar, ia akhirnya memutuskan untuk datang ke pertemuan yang seharusnya dihadiri Susan. Di sini, segalanya menjadi tidak terduga lagi.
2. Valley Girl (1983)
Bidadari Lembah
adalah salah satu film awal yang dibintangi Nicolas Cage. Ia ditemukan memainkan peran Randy, seorang pemuda punk yang secara tidak sengaja menatap gadis kelas menengah bernama Julie (Deborah Foreman) di sebuah pesta.
Kimia
keduanya tak terelakkan, tetapi Julie ragu dengan perbedaan kelas dan gaya hidup mereka. Tidak seperti film-film
romcom
masa kini, menonton
Girl Lembah
mengajak kita untuk mempertanyakan apakah kemewahan dunia benar-benar bisa membuat kita bahagia.
3. Romansa Modern (1981)
Romansa Modern
sering disebut
anti-romcom
daripada film komedi romantis. Ini karena kamu akan kesulitan merasa simpati terhadap tokoh Robert (Albert Brooks). Tidak yakin dengan perempuan yang telah dikencaninya beberapa waktu, Robert memutuskan Mary (Kathryn Harrold). Ironisnya, setelah putus, ia merasa khawatir akan kesepian dan akhirnya mendorongnya untuk memenangkan kembali hati Mary. Menyebalkan, tetapi memiliki resonansi dengan pengalaman sebagian orang.
4. Bulan Tertawan (1987)
Selain dikenal sebagai diva, Cher ternyata juga seorang aktris yang brilian. Coba tonton aktingnya di film
romcom
1980-an berjudul
Bingung bulan.
Ia memerankan Loretta, janda yang menjalankan bisnis bersama keluarga imigran Italiannya di New York. Loretta pesimis terhadap cinta sejak kematian suaminya, tetapi tidak menolak ketika kekasihnya, Johnny (Danny Aiello) melamar dia. Masalah muncul ketika ia diminta untuk mengundang saudara laki-laki Johnny yang ternyata membuatnya merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Lucu dan akhirnya melegakan,
Bingung Bulan
disebut sebagai salah satu film
romcom
yang terbaik yang pernah dibuat Hollywood.
5. Pacar dan Kekasih (1987)
Kekasih dan Kekasih
akan membawamu terbang ke kota Paris untuk bertemu dua sahabat dekat, Blanche (Emmanuelle Chaulet) dan Lea (Sophie Renoir). Keduanya memiliki kepribadian yang berbeda. Blanche lebih introvert dan pemalu, sementara Lea lebih ramah dan impulsif. Suatu hari, Lea memperkenalkan Blanche dengan teman laki-lakinya dan mendorong mereka untuk berkencan. Namun, pria itu tidak menunjukkan ketertarikan pada Blanche. Di sisi lain, Blanche justru secara tidak sengaja menemukan koneksi dengan kekasih Lea yang belakangan sering diabaikannya.
6. Sekolah Musim Panas (1987)
Sekolah Musim Panas
berkisar pada kisah seorang guru bernama Freddy (Mark Hammonds) yang rencana liburannya berantakan karena harus mengisi pos guru di program remedial sekolahnya. Tidak hanya gagal berlibur bersama kekasih, Freddy masih harus menghadapi murid-murid luar biasa di program musim panas itu. Satu-satunya penghiburan adalah sosok guru perempuan dari sekolah sebelah yang memiliki nasib yang sama dengannya.
7. Girls Just Want To Have Fun (1985)
Sarah Jessica Parker dan Helen Hunt memainkan dua remaja bernama Janey dan Lynne yang berasal dari keluarga yang bertolak belakang. Janey dibesarkan oleh orang tua yang sangat disiplin. Sementara itu, Lynne lebih santai dan bebas menjadi dirinya sendiri. Menariknya, keduanya memiliki minat yang sama, yaitu ambisi untuk mengikuti audisi dalam sebuah kompetisi. Bersama Lynne, untuk pertama kalinya Janey mencoba memberontak.
Jika boleh merangkum, film-film
romcom
Film-film tahun 1980-an tidak mengutamakan kostum dan dekorasi yang estetis, tetapi alurnya segar dan seringkali tidak terduga. Sayangnya, hal ini semakin sulit ditemukan pada film komedi romantis baru. Apa lagi tren film tahun 1980-an yang ingin kamu hidupkan kembali?
3 Pasangan Choi Woo Shik di Drama Romantis, Kimia Mereka Terlihat Jelas!
4 Drama Romcom yang Tayang November 2025







