‘Sore: Istri dari Masa Depan’ Meraih Film Terpuji di Festival Film Bandung ke-38

‘Sore: Istri dari Masa Depan’ Meraih Film Terpuji di Festival Film Bandung ke-38

Film Sore: Istri dari Masa Depan Raih Film Terpuji di Festival Film Bandung 2025

SEPUTAR CIBUBUR – Festival Film Bandung (FFB) ke-38 yang digelar di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi momen istimewa bagi film Sore: Istri dari Masa Depan. Film karya sutradara Yandy Laurens ini sukses meraih predikat Film Terpuji tahun 2025.

Film dengan Cerita Sederhana tapi Bermakna

Tidak hanya menang di kategori utama, film produksi Cerita Films ini juga mengantarkan Sheila Dara sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji dan Ofel Obaja Setiawan sebagai Penata Musik Terpuji. Prestasi ini sekaligus membuktikan kekuatan film dengan konsep sederhana namun penuh makna.

Dalam sambutannya, Ofel menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.
“Kami tidak menyangka film ini bisa mendapat sambutan sebesar ini, bahkan melebihi tiga juta penonton dan meraih nominasi di berbagai festival. Terima kasih kepada FFB atas apresiasi ini,” ujarnya, Jumat (1/11/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sore: Istri dari Masa Depan dibuat dengan pendekatan minimalis agar fokus utama tetap tertuju pada karakter Sore dan Jonathan. Konsep musiknya pun disusun untuk menyesuaikan diri dengan dinamika cerita dan kedalaman emosi karakter.

Penilaian Dewan Juri: Kuat Secara Eksekusi

Ketua Bidang Pengamatan FFB 2025, Rosyid E. Abby, menilai film karya Yandy Laurens tersebut membawa warna baru dalam perfilman Indonesia.
“Meskipun sederhana, eksekusinya sangat kuat. Peran para pemain, sinematografi, hingga musiknya saling melengkapi. Film ini bahkan berhasil memicu diskusi menarik di kalangan penonton,” jelas Rosyid.

Selain itu, ia menambahkan bahwa film ini menunjukkan keberanian sineas Indonesia dalam mengeksplorasi genre baru yang menggabungkan unsur romansa dan fiksi ilmiah. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa sinema nasional mulai meninggalkan pola linear dan bergerak menuju bentuk naratif yang lebih eksperimental serta berlapis.

Pencapaian Film Lain di FFB 2025

Selain Sore: Istri dari Masa Depan, beberapa film lain juga mencatat prestasi membanggakan di FFB ke-38.
Film Komang sukses membawa Aurora Ribero meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji, sementara Naya Anindita dinobatkan sebagai Sutradara Terpuji.

Aurora mengaku sangat terkejut bisa kembali menang di FFB setelah sebelumnya sukses lewat film Like & Share.
“Industri film Indonesia sekarang jauh lebih berani. Banyak sutradara mengangkat isu-isu yang dulu tabu. Bagi saya, film adalah cerminan diri, jadi saya mencari peran yang segar, menantang, dan relevan,” ujarnya.

Morgan Oey dan Film Bertema Sejarah

Sementara itu, dari film Pengepungan di Bukit Duri, Morgan Oey berhasil meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terpuji. Aktor tersebut mengaku bahwa film garapan Joko Anwar itu menjadi perjalanan emosional yang sangat mendalam.

“Sebagai minoritas, saya merasa dekat dengan kisah film ini. Ada luka sejarah yang harus dihadapi, dan saya berharap film ini bisa membuat generasi muda lebih peduli pada sejarah bangsanya,” kata Morgan dengan penuh haru.

Penghargaan Khusus dan Dedikasi Seni

Tidak hanya itu, aktor senior Mathias Muchus menerima penghargaan Lifetime Achievement Award atas dedikasinya yang panjang di dunia perfilman Indonesia. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusinya selama puluhan tahun.

Selain kategori utama, film Jumbo juga memperoleh Penghargaan Khusus untuk Film Animasi yang Menginspirasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin terbuka terhadap berbagai bentuk ekspresi kreatif, baik live action maupun animasi.

Refleksi: Tahun Keemasan Perfilman Nasional

Dengan capaian berbagai film dan sineas berbakat tersebut, FFB 2025 menandai masa keemasan baru bagi perfilman Indonesia. Genre yang kian beragam, pendekatan yang lebih berani, serta dukungan terhadap karya eksperimental membuktikan bahwa industri ini terus berevolusi.

Ke depan, film-film Indonesia diharapkan semakin mampu menembus pasar internasional, sekaligus mempertahankan identitas lokal yang kuat. Dengan semangat seperti ini, dunia perfilman Tanah Air tampaknya siap menapaki babak baru yang lebih gemilang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *